Dek, kakak juga tidak ingin kehilanganmu...
Kakak tetap mengharapkanmu...
Kepada Yth.
Bapak Hamid
Di 
   Kediaman


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam ta'dhim saya haturkan, semoga bapak sekeluarga selalu dalam limpahan rahmat, taufiq, hidayah serta ma'uhaNya. Amien.
Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap bapak, saya sampaikan kata 'terima kasih banyak' karena bapak telah memberi waktu untuk saya. Terima kasih karena bapak telah mengajari saya tentang banyak hal; terutama dalam hal sabar.

Bapak benar; memang tidak selayaknya saya menemui putri bapak sedangkan saya dan putri bapak masih ada ikatan dengan pesantren. Tapi; salahkah jika saya ingin berkunjung ke rumah bapak untuk silaturrahim? Saya rasa tidak salah. Saya maklumi, mungkin bapak mengira saya ingin berkunjung ke rumah bapak karena ingin menemui putri bapak saja dan mungkin memang benar; sekarang bukanlah waktu yang tepat. Mungkin karena itulah bapak tidak menjawab permohonan saya yang telah disampaikan oleh mama dan dek Anisa dengan jawaban 'silahkan'.

"Apakah pantas?" begitulah yang masih terngiang di telinga saya. Saya akui pak, memang salah jika sekarang saya sampai berani menemui dek Anisa. Karena diantara kita belum ada ikatan yang pasti; apalagi ikatan yang dihalalkan.

Tapi; jujur pak, saya ingin ke rumah bapak bukan atas dasar nafsu pak. Saya ingin menunjukkan keseriusan saya. Mengapa demikian? Karena saya tidak ingin kehilangan orang yang sangat saya cinta dan sayangi. Saya tidak ingin kehilangan lagi.

Dek Anisa,
Jujur kakak sangat berharap ending dari hubungan kita adalah bersatu; membangun keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.

Semakin kakak mencintai adek, kakak semakin takut kehilangan.

Kakak takut....
Kakak nggak ingin kehilangan lagi.

Tapi; di sisi lain kakak merasa sangat nggak pantas mendapatkan adek.
Pantaskah kakak mendapatkannya?!
Kakak takut nggak bisa membuat adek bahagia.
Kakak takut mengecewakan adek.

Dek Anisa, I Love You So Much...

Kakak

About